posted : 06 January 2016

Masakan Padang, khususnya Rendang telah dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia yang berasal dari Indonesia. Guna mempromosikan masakan tradisional Indonesia khususnya masakan Padang di kalangan masyarakat Eropa, secara khusus Chef Marco Lim, Executive Chef Marco Padang Peranakan, diundang oleh KBRI Spanyol dalam rangka ‘Promosi Warisan Budaya Kuliner Indonesia’ di Hotel InterContinental Madrid, Spanyol.

Kegiatan tahunan ini merupakan salah satu penggerak hubungan bilateral antar negara yang menjadi inisiatif KBRI di Madrid dengan menggunakan gastronomi sebagai motornya, sehingga tercipta hubungan baik melalui pertukaran kebudayaan khususnya kuliner warisan budaya.

“Himbauan dari PBB dengan menggunakan gastronomi sebagai kendaraan dalam berdiplomasi kita terapkan pada kegiatan ini dengan mendatangkan dan memperkenalkan masakan tradisional Indonesia. Dan surprisingly, Chef Marco dan tim menyajikan makanan Padang dengan style sangat berbeda dari makanan Padang kebanyakan yang saya yakin dapat diterima oleh dunia,” ungkap Yuli Mumpuni Widarso, Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol.

Kehadiran Marco Padang Peranakan di Madrid selain mempromosikan masakan Padang dalam jamuan Diplomacy Dinner di Hotel InterContinental Madrid pada tanggal 19 Januari 2016, yang dikhususkan untuk tamu-tamu diplomat undangan KBRI di Madrid dan promo paket buffet di hotel yang sama untuk santap siang dan dibuka untuk umum pada 24 Januari 2016 lalu.

Dalam Diplomacy Dinner tersebut, Chef Marco menyajikan ragam menu andalan Marco Padang Peranakan, yaitu, Soto Padang, Ayam Panggang Lado Ijo, Randang Hitam Kayu Bakar, Udang Panggang Pacak, Gulai kambing dan Bubur Ketan Item sebagai penutup yang mendapatkan apresiasi sangat baik dari undangan yang hadir.

Dalam kesempatan terpisah, Chef Marco mendapatkan kehormatan mengajarkan ragam resep kuliner Padang di sekolah kuliner Gredos San Diego Buitrago, Spanyol. F&B Manager PT Marco Culinary Concepts yang ikut serta dalam kegiatan ini, Wanda Mahardi, mengatakan, “Hal ini menjadi sebuah langkah besar bagi Marco Padang Peranakan dan perwujudan dari #PrideofIndonesia melalui kuliner dengan menunjukkan keunikan dari seni memasak makanan Padang Peranakan secara tradisional sekaligus memperluas pasar pencinta masakan Padang Peranakan di dunia Internasional melalui kekuatan warisan resep otentik dan turun temurun.”

Marco Padang Peranakan dipilih untuk mewakili Indonesia dalam kegiatan ini karena Marco Padang Peranakan mengolah dan memasak makanan Padang yang disajikan secara modern dan higienis. Selain itu, rasa khas Padang Peranakan menjadi daya tarik lain dari Marco Padang Peranakan serta langkah besar Marco Padang peranakan dalam memperluas pasar penikmat masakan Padang Peranakan.

“Harapannya ke depan Marco Padang Peranakan melakukan ekspansi lebih luas lagi secara regional dan menjadi salah satu global brand yang menyajikan makanan khas Indonesia, Padang Peranakan khususnya,” jelas Wanda.

Kewirausahaan Marco Padang Peranakan

Berawal dari keinginan melestarikan warisan kuliner leluhurnya, Richardo Handoko mengawali bisnis kuliner, terutama masakan Padang. Berbeda dengan masakan Padang pada umumnya, Richardo ingin menghadirkan masakan Padang yang otentik dengan bumbu-bumbu yang sudah dipakai oleh keluarganya secara turun temurun. Ide tersebut disambut antusias oleh sepupunya yang kebetulan jago memasak, yaitu Marco Lim. Maka, dikibarkanlah PT Marco Culinary Concepts yang menaungi resto Marco Padang pada tahun 2009. Brand resto sengaja menggunaka nama “sang juru masak” Marco.

Jika umumnya masakan Padang disajikan di warung-warung pinggir jalan, maka Richardo misinya adalah mengusung masakan Padang naik kelas. Makanan ini diangkat sejajar dengan masakan Jepang, Thailand atau China yang menjamur di resto-resto papan atas atau pusat perbelanjaan premium.

Maka dari itu, tahun 2009 resto Marco Padang Peranakan dibuka perdana di kawasan elite Setyabudi Building di Kuningan, Jakarta Selatan. Tak dinyana respons pasar luar biasa, sehingga resto Marco Padang Peranakan ekspansi buka cabang kedua di mal Lotte Shopping Avenue. Berikutnya, buka lagi mal Pacific Place, Pondok Indah Mal 3, Plaza Indonesia dan yang terbaru buka di mal Grand Indonesia. “Untuk cabang di Setyabudi Building sudah kami tutup, karena kami ingin fokus di mal-mal saja,” tegas Chef Marco.

Berapa nilai investasi pembukaan sebuah outlet? “Maaf, kami tidak bisa sebutkan,” kilah Chef Marco yang masih ada hubungan family dengan owner atau founder resto Marco Padang Peranakan tersebut.

Yang jelas, outlet – oulet Marco Padang Peranakan ini jarang sepi dari kunjungan konsumen. Rata-rata dalam sehari sekitar 200 orang pembeli dan weekend bisa lebih dari itu.

Dengan masuk ke mal premium, apakah harga menu di Marco Padang juga mahal? “Tidak juga, standar saja sama dengan resto lain. Paling-paling satu orang menghabiskan dana sekitar Rp130 ribu untuk sajian menu utama, dessert dan minuman,” ujar Chef Marco yang hemat kata dalam berbicara ini.

Konsep Marco Padang Peranakan merupakan casual dining restaurant yang menyajikan makanan Padang khas Peranakan yang fresh, authentic dan dimasak langsung di open kitchen sesuai dengan pesanan. Melalui pendekatan lifestyle concept yang hangat dan homey, membuat Marco Padang Peranakan menjadi tempat yang cocok untuk bersantap sekaligus berkumpul bersama keluarga maupun rekan kerja.

Kesan hangat dan nyaman terasa di outlet ke-5 Marco Padang Peranakan di Grand Indonesia Mall yang secara resmi dibuka pada 21 Desember 2015 lalu. Dengan luas ruangan 223 m2, kapasitas 106 orang dan mengangkat tema daerah Pecinan di kota Padang ini tersedia private room terasa nyaman untuk melakukan meeting, arisan, atau hanya sekedar memanjakan lidah menikmati hidangan otentik dengan resep turun temurun Padang Peranakan.

PT Marco Culinary Concept adalah anak usaha PT Arya Noble. Ini adalah sebuah induk perusahaan yang bergerak di bidang Healthcare Business dan Creative Economy Business. Arya Noble dibesut sejak tahun 1999 dan saat ini membawahi 6 unit strategi bisnis yaitu Erha (Dermatology Company), Genero (Pharmaceutical Service Company), Pharmacore (Specialty Pharmaceutical Company), Marco (F&B Company), Derma XP (Aesthetic Dermatology Company) dan Teatrum  Creative Industry Company). (EVA)

Source : http://swa.co.id/entrepreneur/gaya-diplomasi-masakan-marco-padang-peranakan

posted : 06 January 2016
posted : 09 May 2016
posted : 06 January 2016
Top